WhatsApp uji layanan bisnis untuk tingkatkan pendapatan

WhatsApp uji layanan bisnis untuk tingkatkan pendapatan

WhatsApp, layanan pesan instan milik Facebook yang digunakan lebih dari 1 miliar orang, pengguna di seluruh dunia dikabarkan tengah menguji sebuah sistem yang memungkinkan pelaku bisnis berbicara langsung dengan pengguna WhatsApp untuk pertama kalinya.

Dilansir dari Reuters, Rabu (8/3/2017), uji coba ini akan dilakukan ke sejumlah perusahaan yang menjadi bagian dari rintisan inkubator Y Combinator yang merupakan sinyal penting bagi WhatsApp untuk menghasilkan uang dari layanan itu.

Y Combinator adalah perusahaan yang memberikan pelatihan dan saran kepada perusahaan rintisan potensial.

Selain itu, WhatsApp juga belum pernah mengembangkan model bisnisnya lagi selama 3 tahun terakhir sejak Facebook mengakuisisinya dengan nominal USD19 miliar pada 2014. Sebelum akuisisi, WhatsApp mewajibkan para penggunanya membayar USD0,99 setiap tahunnya untuk berlangganan.

Kabarnya, menurut Mashable (2/3), India sebagai pasar terbesar WhatsApp akan menjadi negara pertama yang akan mencoba sistem ini, baru ke negara lain.

Sebuah dokumen menunjukkan, salah satu sumber pendapatan yang bisa didapatkan WhatsApp adalah dengan bisnis yang menghubungi pelanggannya. Akan tetapi, mereka akan berhati-hati untuk mencegah terjadinya masalah-masalah seperti pesan spam.

WhatsApp juga melakukan survei kepada para pengguna tentang bagaimana cara mereka berbicara kepada para pengusaha di aplikasi layanan pesan tersebut. Apakah mereka pernah menerima spam atau tidak.

Pada tahun lalu, WhatsApp mengumumkan akan mengembangkan sebuah sistem yang dikenal dengan pemrograman aplikasi interface atau API. Contohnya, pengguna dapat berbicara dengan bank mengenai transaksi yang mencurigakan atau dengan maskapai penerbangan mengenai penundaan jadwal terbang.

Berdasarkan surel dan pesan yang diunggah di forum Y Combinator, bulan lalu, WhatsApp mencapai kesepakatan dengan Y Combinator untuk memberi kesempatan uji coba sistem itu kepada beberapa perusahaan.

Juru bicara WhatsApp menolak mengomentari pengujian sistem ini. Sementara Presiden Y Combinator, Sam Altman, menyatakan tak mengetahui adanya tes yang dilakukan WhatsApp. Namun Altman menambahkan bahwa memang banyak perusahaan yang ingin menguji produk mereka dengan YC Cos.

Kolaborasi dengan Y Combinator tersebut memang baru tahap awal, dan para rintisan yang tergabung siap melakukan uji coba layanan pesan WhatsApp untuk bisnis ini agar lebih maksimal.

Salah satu perusahaan rintisan yang terlibat dalam uji coba layanan pesan WhatsApp untuk bisnis yaitu Cowlar Inc. yang berhubungan dengan peternakan sapi.

Mereka ingin mendapatkan informasi dan masukan langsung dari para peternak sapi jika terjadi kebiasaan yang aneh pada sapi mereka melalui layanan WhatsApp.

Layanan pesan WhatsApp bisnis ini memiliki potensi yang besar karena ada banyak peternakan sapi besar di berbagai negara seperti India, Brazil, Pakistan, dan rata-rata mereka sudah menggunakan WhatsApp.

Kunjungi juga KLIK66 situs judi qq online terbesar dan terpercaya di indonesia yang menyediakan 8 jenis permainan di antaranya aduq , bandarq, BANDAR POKER , bandar66 Dan Lain - lain. DAFTAR SEKARANG Bonus Promo Menarik menanti anda.

-> BONUS TURN OVER 0.5%
-> BONUS REFERRAL 20%

WhatsApp uji layanan bisnis untuk tingkatkan pendapatan video viral info traveling info teknologi info seks info properti info kuliner info kesehatan foto viral berita ekonomi

WhatsApp uji layanan bisnis untuk tingkatkan pendapatan video viral info traveling info teknologi info seks info properti info kuliner info kesehatan foto viral berita ekonomi   WhatsApp uji layanan bisnis untuk tingkatkan pendapatan video viral info traveling info teknologi info seks info properti info kuliner info kesehatan foto viral berita ekonomi   WhatsApp uji layanan bisnis untuk tingkatkan pendapatan video viral info traveling info teknologi info seks info properti info kuliner info kesehatan foto viral berita ekonomi   WhatsApp uji layanan bisnis untuk tingkatkan pendapatan video viral info traveling info teknologi info seks info properti info kuliner info kesehatan foto viral berita ekonomi   WhatsApp uji layanan bisnis untuk tingkatkan pendapatan video viral info traveling info teknologi info seks info properti info kuliner info kesehatan foto viral berita ekonomi   WhatsApp uji layanan bisnis untuk tingkatkan pendapatan video viral info traveling info teknologi info seks info properti info kuliner info kesehatan foto viral berita ekonomi   WhatsApp uji layanan bisnis untuk tingkatkan pendapatan video viral info traveling info teknologi info seks info properti info kuliner info kesehatan foto viral berita ekonomi