Tiga negara ini tambah hulu ledak nuklir saat AS dan Rusia mengurangi

Tiga negara ini tambah hulu ledak nuklir saat AS dan Rusia mengurangi

BERITA TERKINI – Senjata nuklir menjadi salah satu andalan untuk melindungi negara dari serangan musuh. Namun untuk tahun ini, Amerika Serikat dan Rusia justru mengurangi hulu ledak nuklir mereka dibandingkan pada 2017.KLIK66

Berkurangnya jumlah hulu ledak nuklir menjadi imbas dari berkurangnya kekuatan nuklir antara AS dan Rusia. Kedua negara ini dikenal sebagai negara dengan jumlah nuklir terbanyak dari negara lainnya. Selama AS dan Rusia mengurangi jumlah nuklirnya, keduanya tetap membuat program jangka panjang untuk menggantikan dan memodernisasi hulu ledak nuklir, rudal dan sistem peluncuran pesawat, dan fasilitas pembuatan senjata nuklir milik mereka.

Ada sembilan negara yang memiliki nuklir terbanyak di dunia, antara lain Amerika Serikat, Rusia, Inggris, Prancis, China, India, Pakistan, Israel, dan Republik Demokrasi Rakyat Korea (Korea Utara). Kesembilan negara tersebut saat ini memiliki sekitar 14.445 hulu ledak nuklir. Jumlah tersebut mengalami penurunan dari sekitar 14.935 senjata nuklir pada 2017.

Meskipun AS dan Rusia memilih mengurangi hulu ledak nuklir dengan alasan ingin memodernisasi, tapi ada tiga negara yang malah memilih memodernisasi dan menambah jumlah hulu ledak nuklir terlebih dahulu. Seperti dikutip dari Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), berikut negara-negara yang menambah hulu ledak nuklirnya:

Tiga negara ini tambah hulu ledak nuklir saat AS dan Rusia mengurangi tiga tambah saat rusia nuklir negara mengurangi ledak ini hulu dan
Nuklir China.

1. China

KLIK66 – Berbeda dengan negara lainnya, China malah menambah hulu ledak nuklir mereka. Saat ini China memiliki 280 nuklir untuk melindungi negaranya. Jumlah tersebut bertambah dibandingkan tahun 2017, yang memiliki 270 nuklir. China terus memodernisasi sistem peluncuran senjata nuklirnya dan perlahan-lahan meningkatkan ukuran persenjataan nuklirnya.

Menurut SIPRI, China merupakan negara terbesar kedua di dunia yang paling banyak mengeluarkan uang pada bidang militer. Dana tersebut berjumlah USD 228 miliar atau setara dengan Rp 3,1 triliun.

Tiga negara ini tambah hulu ledak nuklir saat AS dan Rusia mengurangi tiga tambah saat rusia nuklir negara mengurangi ledak ini hulu dan
Nuklir India.

2. India

KLIK66 – Mengikuti jejak China, India juga menambah hulu ledak nuklir mereka menjadi 130 sampai 140 buah. Jumlah tersebut bertambah dibandingkan tahun 2017 yang hanya memiliki 120 sampai 130 hulu ledak nuklir.

Tiga negara ini tambah hulu ledak nuklir saat AS dan Rusia mengurangi tiga tambah saat rusia nuklir negara mengurangi ledak ini hulu dan
Nuklir Pakistan.

3. Pakistan

KLIK66Pakistan juga terus menambah hulu ledak nuklir mereka menjadi 140 sampai 150 buah. Jumlah tersebut bertambah dari sebelumnya 130 sampai 140 buah pada 2017. India dan Pakistan memang sedang memperluas stok senjata nuklir mereka serta mengembangkan sistem peluncuran rudal darat, laut, dan udara yang baru.

Tiga negara ini tambah hulu ledak nuklir saat AS dan Rusia mengurangi tiga tambah saat rusia nuklir negara mengurangi ledak ini hulu dan   Tiga negara ini tambah hulu ledak nuklir saat AS dan Rusia mengurangi tiga tambah saat rusia nuklir negara mengurangi ledak ini hulu dan   Tiga negara ini tambah hulu ledak nuklir saat AS dan Rusia mengurangi tiga tambah saat rusia nuklir negara mengurangi ledak ini hulu dan   Tiga negara ini tambah hulu ledak nuklir saat AS dan Rusia mengurangi tiga tambah saat rusia nuklir negara mengurangi ledak ini hulu dan   Tiga negara ini tambah hulu ledak nuklir saat AS dan Rusia mengurangi tiga tambah saat rusia nuklir negara mengurangi ledak ini hulu dan   Tiga negara ini tambah hulu ledak nuklir saat AS dan Rusia mengurangi tiga tambah saat rusia nuklir negara mengurangi ledak ini hulu dan   Tiga negara ini tambah hulu ledak nuklir saat AS dan Rusia mengurangi tiga tambah saat rusia nuklir negara mengurangi ledak ini hulu dan