Schroders: IHSG Bisa Bergerak Menguat,tapi Sulit Kembali ke Titik Tertinggi

Schroders: IHSG Bisa Bergerak Menguat,tapi Sulit Kembali ke Titik Tertinggi

KLIK66 : kondisi pasar domestik masih terus diselimuti kekhawatiran. Sejak awal tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus terkoreksi. Nilai tukar rupiah juga melemah hingga bergerak diatas level Rp 14.300 per dollar AS saat ini.

mengutip kontan.co.id,Jumat (6/7/2018),Executive Vice President PT SChroders Investment Management Indonesia M. Renny Raharja,menjelaskan,kondisi ini tak dialami pasar Indonesia sendirian.

Indeks saham misalnya,meski turun 9,70% secara year-to-date (ytd),IHSG melemah bersama dengan hampir seluruh indeks saham globa lainnya seperti Nikkei 225, shanghai Composite,Hang Seng,FTSE 100, bahkan DJIA US.

”Bicara soal Rupiah juga sama,kita bukan yang terburuk.Peso Filipina dan rupee India masih depresiasinya masih lebih dalam lagi,”ujar Renny,kamis (5/7/2018).

Renny menambahkan,kondisi pasar yang lesu saat ini disebabkan oleh sejumlah faktor.Pertama,faktor eksternal yang beragam,mulai dari pergeseran kebijakan moneter bank-bank sentral besar dunia,tensi perang dagang antara Amerika Serikat(AS)dan china,serta tekanan pada sektor teknologi dipasar saham AS.

Sementara secara domestik, niai mata uang rupiah masih terus mendapat tekanan dari kondisi defisit perdagangan dan neraca berjalan yang masih langgeng. Tambah lagi,pertumbuhan konsumsi masyarakattampaknya masih terus melambat ditahun ini.

Melihat posisi kurs Rupiah saat ini, Renny berpendapat,bahwa saat ini yang harus menjadi fokus Bank Indonesia (BI) bukan menguatkan nilai tukar,melainkan menjaga stabilitas.”stabilitas Rupiah merupakan salah satu hal terpenting yang menjadi perhatian investor karena pada dasarnya pasar ekuitas dan obligasi kita masih cukup menarik.”kata Renny.

Renny melihat,kurs rupiah saat ini memang sudah mulai bergeser ketitik keseimbangan baru.Menurutnya,level per 14.000 dollar AS sudah bukan level yang mengejutkan,sebab justru telah menjadi level normal baru.

Ia menilai, nilai tukar rupiah memang harus mengalami sedikit kenaikan akan tetap kompetitif ditengah kebijakan-kebijakan eksternal yang terjadi saat ini.

Untuk pasar saham domestik,Renny memproyeksi rata-rata pertumbuhan laba persaham atau earning per share (EPS) tahun ini akan berkissar 10-11 persen. ”Angka ini memang kami koreksi dari proyeksi sebelumnya sekitar 12-13 persen diawal tahun,”ujarnya.

Ia masih menyakini,indeks saham akan kembali mengalami rebound. hanya saja, ia tak begitu yakin,IHSG akan kembali mencapai posisi tertinggi historisnya dilevel 6.600-6.700.

 

”Butuh data ekonomi positif yang signifikan kalau mau membuat IHSG rebound sampai kelevel tertingginya lagi. yang terpenting, rupiah bisa kembali stabil,data ekonomi membaik, dan suhu politik tetap terjaga,”imbuhnya.

 

Schroders: IHSG Bisa Bergerak Menguat,tapi Sulit Kembali ke Titik Tertinggi titik tertinggi sulit schroders menguattapi kembali ke ihsg bisa bergerak

 

Schroders: IHSG Bisa Bergerak Menguat,tapi Sulit Kembali ke Titik Tertinggi titik tertinggi sulit schroders menguattapi kembali ke ihsg bisa bergerak   Schroders: IHSG Bisa Bergerak Menguat,tapi Sulit Kembali ke Titik Tertinggi titik tertinggi sulit schroders menguattapi kembali ke ihsg bisa bergerak   Schroders: IHSG Bisa Bergerak Menguat,tapi Sulit Kembali ke Titik Tertinggi titik tertinggi sulit schroders menguattapi kembali ke ihsg bisa bergerak   Schroders: IHSG Bisa Bergerak Menguat,tapi Sulit Kembali ke Titik Tertinggi titik tertinggi sulit schroders menguattapi kembali ke ihsg bisa bergerak   Schroders: IHSG Bisa Bergerak Menguat,tapi Sulit Kembali ke Titik Tertinggi titik tertinggi sulit schroders menguattapi kembali ke ihsg bisa bergerak   Schroders: IHSG Bisa Bergerak Menguat,tapi Sulit Kembali ke Titik Tertinggi titik tertinggi sulit schroders menguattapi kembali ke ihsg bisa bergerak   Schroders: IHSG Bisa Bergerak Menguat,tapi Sulit Kembali ke Titik Tertinggi titik tertinggi sulit schroders menguattapi kembali ke ihsg bisa bergerak