OJK Sosialisasi Pendaftaran Usaha Gadai Lewat Radio Dangdut

OJK Sosialisasi Pendaftaran Usaha Gadai Lewat Radio Dangdut

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah berupaya melakukan pengaturan terhadap industri pergadaian. OJK juga aktif melakukan sosialisasi Peraturan OJK (POJK) Nomor 31/POJK.15/2016 tentang usaha pergadaian.

Deputi Komisioner Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK Mochammad Ihsanuddin mengatakan, pihaknya melakukan sosialisasi di berbagai media. Mulai dari media massa, website OJK hingga radio dangdut.

“Kenapa lewat radio dangdut, itu ternyata cukup efektif. Teman-teman usaha gadai yang belum terdaftar banyak yang tutup,” tuturnya di Gedung OJK, Jakarta, Jumat (25/5/2018).

Radio dangdut terbilang efektif lantaran nasabah pergadaian kebanyakan merupakan masyarakat kelas menengah ke bawah. Sebab sosialisasi tersebut ditujukan bukan hanya kepada pelaku usaha pergadaian tapi juga nasabahnya agar tidak terjebak dengan perusahaan pergadaian abal-abal.

OJK saat ini telah mencatat sudah ada 10 perusahaan pergadaian swasta yang sudah memiliki izin. Lalu ada 14 perusahaan pergadaian yang sudah melakukan pendaftaran.

Namun berdasarkan pendataan yang dilakukan OJK dan PT Pegadaian (Persero) masih ada 585 perusahaan pergadaian yang belum mendafatar dan memiliki izin.

Sebenarnya melalui Peraturan OJK (POJK) Nomor 31/POJK.15/2016 mengharuskan seluruh badan usaha pergadaian harus terdaftar dan memiliki izin. POJK yang diterbitkan pada 29 Juli 2016 itu sebenarnya sudah memberi waktu kepada usaha gadai selama 2 tahun hingga 29 Juli 2018 untuk pendaftaran. Sementara untuk batas waktu pengajuan izin hingga 29 Juli 2019.

“Itu memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha, selama ini terkenal pergadaian gelap. Kemudian juga menciptakan usaha pergadaian yang sehat. Kemudian yang terakhir memberikan perlindungan bagi konsumen pengguna jasa pergadaian,” tambah Ihsanuddin.

Berdasarkan POJK tersebut usaha gadai harus berbentuk perseroan terbatas atau koperasi. Kepemilikan sahamnya dilarang dimiliki langsung atau tidak langsung oleh perorangan atau badan pihak asing. Kecuali kepemilikannya dilakukan melalui pasar modal.

Usaha gadai juga harus memiliki modal disetor Rp 500 juta untuk lingkup wilayah usaha kabupaten/kota, dan Rp 2,5 miliar untuk lingkup wilayah usaha provinsi. Modal tersebut harus disetor secara tunai dan penuh atas nama perusahaan pergadaian pada bank umum ataupun bank umum syariah di Indonesia.

Dia berharap seluruh perusahaan pergadaian melakukan pendaftaran dan mengajukan perizinan sebelum tanggal yang ditetapkan. Hal itu agar OJK bisa melakukan pengawasan dan memberikan perlindungan bagi nasabah.

“Saat ini kami hanya ada 5 pengawas (pergadaian) di OJK. Perbandingan rasionya masih sangat besar antaran pengawas dan yang di awasi,” tutupnya.

Kunjungi juga KLIK66 situs judi qq online terbesar dan terpercaya di indonesia yang menyediakan 8 jenis permainan di antaranya aduq , bandarq, BANDAR POKER , bandar66 Dan Lain - lain. DAFTAR SEKARANG Bonus Promo Menarik menanti anda.

-> BONUS TURN OVER 0.5%
-> BONUS REFERRAL 20%

OJK Sosialisasi Pendaftaran Usaha Gadai Lewat Radio Dangdut usaha sosialisasi radio pendaftaran ojk lewat gadai dangdut

OJK Sosialisasi Pendaftaran Usaha Gadai Lewat Radio Dangdut usaha sosialisasi radio pendaftaran ojk lewat gadai dangdut   OJK Sosialisasi Pendaftaran Usaha Gadai Lewat Radio Dangdut usaha sosialisasi radio pendaftaran ojk lewat gadai dangdut   OJK Sosialisasi Pendaftaran Usaha Gadai Lewat Radio Dangdut usaha sosialisasi radio pendaftaran ojk lewat gadai dangdut   OJK Sosialisasi Pendaftaran Usaha Gadai Lewat Radio Dangdut usaha sosialisasi radio pendaftaran ojk lewat gadai dangdut   OJK Sosialisasi Pendaftaran Usaha Gadai Lewat Radio Dangdut usaha sosialisasi radio pendaftaran ojk lewat gadai dangdut   OJK Sosialisasi Pendaftaran Usaha Gadai Lewat Radio Dangdut usaha sosialisasi radio pendaftaran ojk lewat gadai dangdut   OJK Sosialisasi Pendaftaran Usaha Gadai Lewat Radio Dangdut usaha sosialisasi radio pendaftaran ojk lewat gadai dangdut