Home » Berita Terkini » Obat malaria berukuran nano tengah dikembangkan LIPI
Obat malaria berukuran nano tengah dikembangkan LIPI video viral info traveling info teknologi info seks info properti info kuliner info kesehatan foto viral berita ekonomi

Obat malaria berukuran nano tengah dikembangkan LIPI

IBOQQNEWS.com – Malaria merupakan salah satu penyakit endemis di negara tropis. Penyakit yang disebabkan parasit Plasmodium ini telah lama mengancam kehidupan manusia di dunia, termasuk di Indonesia.

Kementerian Kesehatan (Kemkes), dikutip Kontan (2/5/2016), memang mengumumkan angka kejadian Malaria atau Annual Parasite Incindence (API) secara nasional turun hingga 0,85 per 1.000 di tahun 2015 lalu. Dari 465.764 kasus Malaria di Indonesia pada 2010, terus menurun menjadi 209.413 kasus pada 2015.

Walau demikian, penyebaran yang cepat dari malaria yang resisten terhadap obat golongan kuinin mendorong pencarian anti-malaria baru.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) baru-baru ini mengumumkan, mereka tengah mengembangkan sebuah bahan baku obat untuk penyakit malaria yaitu ACT (Artemisin Based Combination Therapy) dengan mempergunakan teknologi nano.

Pengembangan ini dilakukan oleh Peneliti Pusat Penelitian Kimia LIPI Yenny Meiliana. Demikian diwartakan situs resmi LIPI (2/12).

Dalam keterangannya, Yenni berhasil meningkatkan performa bahan obat malaria berupa Artemisinin lewat penelitian menggunakan teknologi nano dengan mengubah bubuk Artemisinin menjadi ukuran yang lebih kecil yakni nano kristal.

Menurut Viva (29/11), Artemisinin, berasal dari tanaman Artemisia annua, atau yang biasa disebut dengan daun kenikir. Tanaman ini dapat dengan mudah ditemukan endemik di Papua dan Kalimantan. Selain untuk mengobati penyakit malaria, tanaman ini juga berguna untuk membunuh sel-sel kanker.

“Kelebihannya adalah bahan baku berukuran nano kristal ini lebih murah dan lebih efektif diserap oleh tubuh penderita malaria serta lebih mudah larut dalam air,” ujar Yenni dalam sebuah acara diskusi publik di Jakarta (29/11).

Selama ini, menurut Yenny, obat malaria dikonsumsi dengan cara dimakan. Namun, dirinya menilai obat malaria akan bekerja lebih efektif apabila langsung larut dalam air.

Selain itu, ia menjelaskan peningkatan kelarutan Artemisinin dapat dilakukan dengan mendispersikan bahan obat itu. Tujuannya untuk meningkatkan kelarutannya di dalam air atau disebut nano dispersi.

Ia juga menambahkan, selain mengembangkan pengobatan ACT makin mudah dan optimal, peneliti LIPI juga membuat pengobatan tersebut menjadi kian murah.

Pada Artemisia lebih efektif menjadi antimalaria saat turunannya menjadi Dihydroartemisinin. Tapi untuk dijadikan Dihydroartemisinin, harus memakai larutan yang harganya bisa mencapai Rp15 juta.

Peneliti LIPI kemudian mengakali agar mendapat fungsi yang sama dengan harga yang sangat murah.

Untuk mendapatkan fungsi yang sama dengan Dihydroartemisinin, Yenny dan rekan peneliti lainnya menggunakan senyawa matriks polimer guna membuat kristal Artemisinin menjadi nano.

Yenni mengatakan, menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), Artemisinin telah ditetapkan sebagai pendamping utama obat malaria, yakni kina.

“Kina yang selama ini menjadi obat utama malaria telah mengalami resistensi sehingga diperlukan obat pendamping yang bagus seperti Artemisinin,” jelas Yenni.

Kementerian Kesehatan telah menerbitkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 5/MENKES/PMK/I/2013 tanggal 7 Januari 2013 tentang Pedoman Tatalaksana malaria menggunakan Artemisin Based Combination Therapy.

Laporan WHO 2010 menyebutkan penerapan terapi ACT dapat menekan kasus malaria secara global, namun pengobatan ini dinilai belum berjalan optimal. Dinukil Pikiran Rakyat (29/11), pada tahun 2015, WHO memperkirakan ada sekitar 214 juta kasus baru malaria, dengan kematian sekitar 438 ribu orang di seluruh dunia.

Lewat pengembangan sekaligus penemuannya ini, Yenni berhasil memperoleh penghargaan di bidang ilmu sains, teknologi dan matematika dari L’Oreal – UNESCO for Women In Sciences National Fellowship Awards for Woman 2016.

Obat malaria berukuran nano tengah dikembangkan LIPI video viral info traveling info teknologi info seks info properti info kuliner info kesehatan foto viral berita ekonomi   Obat malaria berukuran nano tengah dikembangkan LIPI video viral info traveling info teknologi info seks info properti info kuliner info kesehatan foto viral berita ekonomi   Obat malaria berukuran nano tengah dikembangkan LIPI video viral info traveling info teknologi info seks info properti info kuliner info kesehatan foto viral berita ekonomi   Obat malaria berukuran nano tengah dikembangkan LIPI video viral info traveling info teknologi info seks info properti info kuliner info kesehatan foto viral berita ekonomi   Obat malaria berukuran nano tengah dikembangkan LIPI video viral info traveling info teknologi info seks info properti info kuliner info kesehatan foto viral berita ekonomi   Obat malaria berukuran nano tengah dikembangkan LIPI video viral info traveling info teknologi info seks info properti info kuliner info kesehatan foto viral berita ekonomi   Obat malaria berukuran nano tengah dikembangkan LIPI video viral info traveling info teknologi info seks info properti info kuliner info kesehatan foto viral berita ekonomi

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com