Kesaksian warga saat bendera merah putih dicopot di Apartemen Kalibata City

Kesaksian warga saat bendera merah putih dicopot di Apartemen Kalibata City

BERITA TERKINI – Komunitas Warga Kalibata City (KWKC) menyambangi Gedung Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya. Kedatangan mereka melaporkan orang dianggap melecehkan bendera merah putih di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, Kamis (16/8) kemarin.

Pelaporan didasari lantaran lambang Indonesia telah dipasang warga di balkon unit itu diturunkan paksa oleh orang dari pihak pengelola Kalibata City.

Ketua KWKC, Sandi Edison mengatakan, warga tidak terima dengan cara pihak Kalibata tersebut. Warga menilai sikap ditunjukkan pihak pengelola itu arogansi dan menghina bendera merah putih.

Sandi menjelaskan, berdasarkan informasi dari pemilik unit di Tower Damar lantai 12 CF, Nyimas (40), sekitar pukul 13.30 WIB, Building Supervisor bernama Hari didampingi seorang petugas keamanan datang. “Saat itu kebetulan yang berada di dalam unit adalah ibu dari ibu Nyimas yang umurnya sudah 75 tahun,” ujar Edison di lokasi, Jumat (17/8).

Ketika ibu dari Nyimas membuka pintu, kata Sandi, orang tersebut meminta agar bendera merah putih sudah terpasang di balkon dilepas lantaran dianggap tidak sesuai estetika. Ibu dari Nyimas ini kemudian menjawab akan membukanya sendiri.

“Namun, tiba-tiba saja oknum tersebut memasuki unit milik Nyimas itu dan langsung menuju balkon, lalu melepaskan bendera itu,” tegasnya.

Bendera itu kemudian diberikan pelaku kepada ibu dari Nyimas dan meninggalkan lokasi. “Setelah saudara Hari dan Agung (sekuriti) keluar, ibu dari ibu Nyimas lapor kepada putrinya (Nyimas) dan menceritakan kejadian itu. Ibu Nyimas yang kaget pun segera turun ke lantai dasar, dan langsung menemui saudara Agung,” ujar Sandi.

Saat bertemu dengan Agung, Sandi, Kepala Sekuriti, Nyimas melakukan protes keras. Saat Nyimas melakukan protes yang merekam dan mempublikasikan melalui media sosial hingga akhirnya video itu viral.

“Setelah viral, lalu muncul laporan-laporan dari warga Kalibata City lainnya yang juga mengalami hal sama seperti yang menimpa ibu Nyimas,” ujar Sandi.

Menurutnya, dalam kejadian itu ada dua hal yang membuat KWKC sambangi Polda Metro Jaya. “Pertama menurunkan bendera, lalu kedua masuk ke perkarangan orang tanpa seizin dari pihak rumah. Tiba-tiba terobos masuk ke balkon dan menurukan bendera itu,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan pukul 18.30 WIB, KWKC masih berada di dalam gedung melakukan koordinasi dengan petugas piket.

Kunjungi juga KLIK66 situs judi qq online terbesar dan terpercaya di indonesia yang menyediakan 8 jenis permainan di antaranya aduq , bandarq, BANDAR POKER , bandar66 Dan Lain - lain. DAFTAR SEKARANG Bonus Promo Menarik menanti anda.

-> BONUS TURN OVER 0.5%
-> BONUS REFERRAL 20%

Kesaksian warga saat bendera merah putih dicopot di Apartemen Kalibata City warga saat putih merah kesaksian kalibata dicopot di city bendera apartemen

Kesaksian warga saat bendera merah putih dicopot di Apartemen Kalibata City warga saat putih merah kesaksian kalibata dicopot di city bendera apartemen   Kesaksian warga saat bendera merah putih dicopot di Apartemen Kalibata City warga saat putih merah kesaksian kalibata dicopot di city bendera apartemen   Kesaksian warga saat bendera merah putih dicopot di Apartemen Kalibata City warga saat putih merah kesaksian kalibata dicopot di city bendera apartemen   Kesaksian warga saat bendera merah putih dicopot di Apartemen Kalibata City warga saat putih merah kesaksian kalibata dicopot di city bendera apartemen   Kesaksian warga saat bendera merah putih dicopot di Apartemen Kalibata City warga saat putih merah kesaksian kalibata dicopot di city bendera apartemen   Kesaksian warga saat bendera merah putih dicopot di Apartemen Kalibata City warga saat putih merah kesaksian kalibata dicopot di city bendera apartemen   Kesaksian warga saat bendera merah putih dicopot di Apartemen Kalibata City warga saat putih merah kesaksian kalibata dicopot di city bendera apartemen