Kata LAPAN soal suhu dingin dikaitkan fenomena Aphelion

Kata LAPAN soal suhu dingin dikaitkan fenomena Aphelion

KLIK66 –¬†Belakangan ini, beredar informasi di jejaring media sosial bahwa suhu udara di beberapa wilayah di Indonesia terasa dingin. Hal tersebut lantaran adanya fenomena Aphelion atau posisi bumi terjauh dari matahari. Benarkah demikian?

Teka-teki fakta dari informasi itu pun membuat Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin meluruskan informasi tersebut. Menurutnya, kondisi cuaca yang terjadi saat ini tak perhubungan dengan Aphelion.

“Di Indonesia pada musim kemarau saat ini angin bertiup dari arah Australia yang sedang musim dingin. Itu sebabnya masyarakat di Jawa pada saat ini mengalami udara yang dingin.Tidak ada hubungannya dengan aphelion, karena perubahan jarak matahari ke bumi tidak terlalu signifikan mempengaruhi suhu permukaan bumi,” jelasnya melalui akun Facebooknya, Sabtu (7/7).

Ditambahkannya, suhu udara dipengaruhi oleh distribusi panas di bumi akibat perubahan tahunan posisi matahari. Saat ini matahari berada di belahan utara, sehingga belahan selatan mengalami musim dingin.

Tekanan udara di belahan selatan juga lebih tinggi daripada belahan utara. Akibatnya angin bertiup dari selatan ke utara. Angin ini pula yang mendorong awan menjauh ke utara sehingga di Indonesia mengalami musim kemarau.

Hal yang senada juga diutarakan Kepala Bagian Humas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Hary Tirto Djatmiko. Kata dia, suhu dingin terjadi karena Indonesia mengalami puncak musim kemarau pada Juli sampai Agustus ini.

“Dengan indikator aktifnya monsun Australia, Indonesia mendapatkan pengaruh dari aliran massa dingin dari Australia yang menuju ke Asia,” ujar Hary.

Aliran massa dingin itu, jelas dia, menyebabkan perubahan suhu menjadi lebih dingin di sejumlah wilayah Indonesia yang berada di sebelah selatan garis khatulistiwa. Mulai dari Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTT, Bali.

“Adapun yang beredar di media sosial mengenai suhu di Bandung yang mencapai 15C saat ini bukanlah yang terdingin. Suhu minimum yang terjadi di Bandung pernah 12,4C pada Juli 1986 dan di Lembang pernah 9,8C pada Juli 1991. Artinya suhu sekarang masih berada di tatanan normal,” jelasnya.

Ia menegaskan, saat ini Indonesia memang berada di puncak musim kemarau yang ditandai dengan suhunya lebih dingin, siang lebih panas, anginnya lebih kencang.

“Masyarakat diingatkan tak perlu khawatir dan resah. Yang penting mempersiapkan diri menghadapi udara dingin ini,” kata Hary.

Kata LAPAN soal suhu dingin dikaitkan fenomena Aphelion info teknologi

 

Kata LAPAN soal suhu dingin dikaitkan fenomena Aphelion info teknologi   Kata LAPAN soal suhu dingin dikaitkan fenomena Aphelion info teknologi   Kata LAPAN soal suhu dingin dikaitkan fenomena Aphelion info teknologi   Kata LAPAN soal suhu dingin dikaitkan fenomena Aphelion info teknologi   Kata LAPAN soal suhu dingin dikaitkan fenomena Aphelion info teknologi   Kata LAPAN soal suhu dingin dikaitkan fenomena Aphelion info teknologi   Kata LAPAN soal suhu dingin dikaitkan fenomena Aphelion info teknologi