Industri keuangan Syariah Idonesia Kalah dari Thailand, dan Australia

Industri keuangan Syariah Idonesia Kalah dari Thailand, dan Australia

KLIK66 : Menteri perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappennas Bambang Brodjonegoro menyatakan bahwa perkembangan aset syariah Indonesia masih jauh tertinggal dibandingkan negara tetangga,malaysia.

Padahal kata Bambang, populasi muslim diindonesia jauh lebih banyak dibandingkan dimalaysia.

”Ada suatu periode dimana sekali aset dari perbankan syariah melewati 5 persen dan jika dibandingkan aset perbankan Malaysia yang sudah 20 persen. Secara persentase kita jauh dibawah,” kata Bambang dalam high Level Discussion Indonesia: Pusat Ekonomi Islam Dunia,dikantor Kementrian PPN,Jakarta,Rabu(25/7/2018).

Tak hanya kalah dari malaysia, perkembangan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia juga turut tertinggal dari negara semacam Thailand dan australia. Padahal, jumlah penduduk muslim disana sangat kecil bila dibandingkan dengan indonesia.

Gubernur Bank Indonesia(BI) Perrry Warjiyo pun mengaku Khawatir dengan kondisi tersebut.seharusnya, kata perry, perkembangan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia bisa lebih baik dari negara-negara itu.

”Saya pribadi merasa prihatin dengan perkembangan ekonomi dan keuangan halal diindonesia karena tertinggal jauh dari begitu majunya perkembangan ekonomi dan keuangan syariah di negara-negara lain,” tutur Perry.

Perrly menambahkan bahwa saat ini thailand menguasai ekspor produk makanan halal dengan percentase 25 persen dari kebutuhan global.Sementara Australia tercatat menjadi negara penghasil daging halal terbesar didunia

Adapun Bambang menambahkan,ketertinggalan aset keuangan syariah diindonesia disebabkan oleh sektor keuangan syariah diindonesia juga perlu dibarengi dengan sektor riil.

”kita berpikir bahwa sektor keuangan konvensional dan syariah tidak bisa berdiri sendiri. Sektor keuangan akan bergerak pesat kalau dibarengi dengan sektor riil. Salah satu penyebab yang belum diharapkan karena sejtor riil dengan keuangan syariah belum berkembang baik diindonesia,”jelas Bambang.

Hal itu semakin diperkuat dengan pernyataan Menko bidang Perekonomian Darmin Nasution yang menyebutkan bahwa perkembangan keuangan syariah diindonesia masih belum tentu terlalu baik walaupun menunjukan adanya dalam kurun waktu dua tahun ke belakang.

”Aset keuangan Indonesia memang naik 47,6juta dollar AS pada 2016 menjadi 81,8juta dollar AS per tahun 2017 atau meningkat dari peringkat 9 menjadi peringkat ke 7 dunia. Namun pangsanya baru 8,4 persen terhadap keuangan secara nasional,” pungkas Darmin.

Industri keuangan Syariah Idonesia Kalah dari Thailand, dan Australia berita ekonomi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kunjungi juga KLIK66 situs judi qq online terbesar dan terpercaya di indonesia yang menyediakan 8 jenis permainan di antaranya aduq , bandarq, BANDAR POKER , bandar66 Dan Lain - lain. DAFTAR SEKARANG Bonus Promo Menarik menanti anda.

-> BONUS TURN OVER 0.5%
-> BONUS REFERRAL 20%

Industri keuangan Syariah Idonesia Kalah dari Thailand, dan Australia berita ekonomi

Industri keuangan Syariah Idonesia Kalah dari Thailand, dan Australia berita ekonomi   Industri keuangan Syariah Idonesia Kalah dari Thailand, dan Australia berita ekonomi   Industri keuangan Syariah Idonesia Kalah dari Thailand, dan Australia berita ekonomi   Industri keuangan Syariah Idonesia Kalah dari Thailand, dan Australia berita ekonomi   Industri keuangan Syariah Idonesia Kalah dari Thailand, dan Australia berita ekonomi   Industri keuangan Syariah Idonesia Kalah dari Thailand, dan Australia berita ekonomi   Industri keuangan Syariah Idonesia Kalah dari Thailand, dan Australia berita ekonomi