Ditinggal Merantau, Lahan di Tidur di Nagari Ini Diambil Alih BUMNag

Ditinggal Merantau, Lahan di Tidur di Nagari Ini Diambil Alih BUMNag

Saat menerima kunjungan tim Jelajah Desa Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) di Pakandangan, Sumatera Barat, Direktur Utama Badan Usaha Milik Nagari (Bumnag) Pakandangan Emas Syaiful Rahman angkat bicara soal lahan tidur.

Ada sekitar 150 hektare lahan tidur di Kanagarian Pakandangan. Saat menerima kunjungan pada Sabtu (9/6/2018), Syaiful mengungkapkan penyebab terlantarnya lahan produktif tersebut.

Adapun penyebabnya adalah selain sudah banyak yang merantau, masyarakat juga khawatir terjadi gagal panen. Akhirnya, mereka memilih untuk beralih ke mata pencaharian lain.

“Jika ini dibiarkan, betapa meruginya kita. Kita sewa lahan tidur tersebut, lalu kita garap bersama mereka,” ujar Syaiful seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya, Minggu (10/6/2018).

Nantinya pengelolaan yang dilakukan akan diwujudkan dalam bentuk komitmen bersama. Lahan akan disewa per tahun, kemudian diolah melalui pengelolaan Bumnag.

Selain itu, tenaga yang dikerahkan untuk menggarap lahan tersebut ditawarkan terlebih dahulu kepada pemilik lahan. Pekerjaan untuk menggarap lahan dibayar berdasarkan kesepakatan dan nilainya bervariasi.

“Saat panen, mereka juga diberitakan bagi hasil,” jelasnya.

Kini ada delapan hektar lahan tidur masyarakat yang disewa Bumnag Pakandangan Emas. Sekitar 3,5 hektare telah ditanami jagung dan akan panen perdana pada Juli 2018.

“Sisanya belum bisa kami garap karena terbentur modal awal,” lanjutnya sembari mengatakan bahwa setiap satu hektar dibutuhkan anggaran Rp 20 juta sejak persiapan lahan hingga panen.

Pengelolaan pertanian jagung merupakan salah satu dari tiga unit usaha yang dilakukan Bumnag Pakandangan Emas. Usaha lainnya adalah Simpan Pinjam Syariah dan Bank Sampah.

Untuk unit Simpan Pinjam Syariah, ada delapan produk yang ditawarkan tanpa dikenakan biaya pendaftaran atau administrasi. Sejak empat bulan berjalan, tercatat 240 orang yang menyimpan di Bumnag dengan total tabungan Rp 170 juta.

“Saat ini, karena terdesak kebutuhan menjelang Lebaran, banyak yang menarik simpanannya,” kata Syaiful.

Sementara Unit Bank Sampah telah menghasilkan rata-rata Rp 2 juta per bulan. Pengelolaannya pun masih terbatas karena belum lengkapnya peralatan.

“Kami belum memiliki mesin pengolah plastik,” tambahnya.

Namun langkah tersebut diapresiasi oleh tim Jelajah Desa yang dipimpin Staf Khusus Kemendes PDTT bidang Kebijakan Strategis Indonesia Febby Datuk Bangso dan didampingi Kasubdit Perdagangan Andre Hikwanul Lubis, Kasubdit Pusdatin Jasneti Umar, serta Kasubdit Pengembangan Bumdes Febrian Ali Yusmar.

Bahkan BNI juga mengapresiasi langkah tersebut dengan bersedia memberikan bantuan mesin pengolah plastic sebagai wujud kemitraan BNI dengan Kemendes PDTT.

Ditinggal Merantau, Lahan di Tidur di Nagari Ini Diambil Alih BUMNag tidur nagari merantau lahan ini ditinggal diambil di bumnag alih   Ditinggal Merantau, Lahan di Tidur di Nagari Ini Diambil Alih BUMNag tidur nagari merantau lahan ini ditinggal diambil di bumnag alih   Ditinggal Merantau, Lahan di Tidur di Nagari Ini Diambil Alih BUMNag tidur nagari merantau lahan ini ditinggal diambil di bumnag alih   Ditinggal Merantau, Lahan di Tidur di Nagari Ini Diambil Alih BUMNag tidur nagari merantau lahan ini ditinggal diambil di bumnag alih   Ditinggal Merantau, Lahan di Tidur di Nagari Ini Diambil Alih BUMNag tidur nagari merantau lahan ini ditinggal diambil di bumnag alih   Ditinggal Merantau, Lahan di Tidur di Nagari Ini Diambil Alih BUMNag tidur nagari merantau lahan ini ditinggal diambil di bumnag alih   Ditinggal Merantau, Lahan di Tidur di Nagari Ini Diambil Alih BUMNag tidur nagari merantau lahan ini ditinggal diambil di bumnag alih