Home » Berita Terkini » Bersiaplah hadapi turbulensi penerbangan yang semakin parah
Bersiaplah hadapi turbulensi penerbangan yang semakin parah video viral info traveling info teknologi info seks info properti info kuliner info kesehatan foto viral berita ekonomi

Bersiaplah hadapi turbulensi penerbangan yang semakin parah

Para ilmuwan menyatakan dampak pemanasan global telah melakukan banyak perubahan pada Ibu Pertiwi. Beberapa contoh di antaranya adalah penipisan lapisan gletser, musim kemarau yang semakin panjang atau hujan yang tak menentu, peningkatan suhu permukaan Bumi, dan badai yang semakin kuat.

Kini dampak-dampak tersebut diprediksi punya “anggota” baru. Berdasarkan penelitian terkini terhadap pemanasan global, peningkatan konsentrasi karbondioksida (CO2) menyebabkan perjalanan pesawat terbang bakal menghadapi turbulensi yang makin parah.

Para peneliti dari University of Reading, Inggris, mengatakan peningkatan level turbulensi ini tidak hanya sekadar goncangan biasa tapi bisa sampai ke tahap melemparkan semua penumpang di dalam pesawat.

“Bahkan bagi yang sering melakukan penerbangan dan berpengalaman mungkin akan khawatir pada prospek peningkatan turbulensi yang parah hingga 149 persen,” kata salah seorang ilmuwan atmosfer Paul Williams dari University of Reading.

Pada dasarnya turbulensi memiliki empat tingkat dari level rendah hingga ekstrem. Umumnya selama ini turbulensi yang dialami para penumpang pesawat berada di kisaran rendah ke sedang.

Menurut Airspacemag.com, defisini turbulensi yang dialami pesawat adalah badan pesawat untuk sementara tidak memiliki kendali.

Di tingkat rendah, pesawat mungkin akan mengalami kenaikan atau penurunan posisi kisaran 1 meter dari posisi awal. Adapun tingkat sedang pada kisaran 3-6 meter, dan level parah antara 30 meter.

Sedangkan pada tingkat ekstrem, turbulensi dapat menyebabkan bodi pesawat terpental dan tidak mungkin dapat dikendalikan sehingga dapat menyebabkan kerusakan struktural. Pada tingkatan ini posisi pesawat mengalami kenaikan atau penurunan posisi 30 meter lebih dari posisi awal.

Turbulensi dapat terjadi karena berbagai alasan. Misalnya badai, awan, perubahan tekanan atmosfer, atau peralihan antara cuaca dingin dan hangat. Tapi kadang-kadang turbulensi juga terjadi ketika langit cerah.

Turbulensi di langit cerah sebenarnya terjadi ketika sebuah pesawat menyentuh potongan dari kecepatan angin vertikal yang berbeda (wind shear) dalam aliran jet. Menurut Williams, wind shear pada masa depan akan menjadi lebih kuat dan lebih tidak stabil akibat perubahan iklim. Perubahan kekuatannya diprediksi terjadi pada ketinggian 9.000 sampai 12.000 meter –ketinggian lazim pesawat saat melaju (cruising).

Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam Advances in Atmospheric Sciences, Williams memasukkan data dari 21 model turbulensi yang berbeda ke dalam komputer super. Data tersebut kemudian diproyeksikan dengan kondisi penggandaan CO2 di atmosfer dibandingkan dengan tingkat masa pra-industri.

Hasil simulasi tersebut ternyata menunjukkan peningkatan yang meresahkan pada semua tingkat turbulensi.

Dalam beberapa dekade mendatang, jika Anda berada dalam penerbangan trans-atlantik pada ketinggian standar 12 kilometer, maka Anda perlu bersiap mengantisipasi peningkatan turbulensi tingkat rendah sebesar 59 persen dan turbulensi sedang sebesar 94 persen. Selain itu perlu pula diantisipasi peningkatan 149 persen turbulensi pada tingkatan parah.

Meski sekarang terdengar sangat mengerikan, namun William yakin bahwa teknologi deteksi dan penanganan turbulensi dalam penerbangan juga akan semakin baik ke depannya.

Saat ini sejumlah maskapai sudah mengaplikasikan teknologi tanggap turbulensi secara otomatis untuk meminimalkan dampak gerakan menurun atau naik secara tiba-tiba.

Langkah selanjutnya bagi para peneliti adalah memperluas cakupan penelitian dengan memasukkan lebih banyak wilayah dunia, musim, ketinggian penerbangan, dan lainnya. Maklum, William hanya menggunakan sampel data dari wilayah Atlantik Utara dalam kondisi musim dingin untuk penelitian ini.

Dilansir CBC News (11/4/2017), Williams menambahkan bahwa maskapai penerbangan memiliki harta karun atas data turbulensi yang berguna untuk membantu menguji teori dan algoritma prediksi dalam penelitian. Tetapi akses ke ke data tersebut tidak mudah.

“Akan sangat baik jika maskapai penerbangan lebih terbuka untuk mau berbagi data mengenai turbulensi dengan ilmuwan atmosfer seperti saya. Ini demi menjaga penerbangan yang aman dan senyaman mungkin.”

Bersiaplah hadapi turbulensi penerbangan yang semakin parah video viral info traveling info teknologi info seks info properti info kuliner info kesehatan foto viral berita ekonomi   Bersiaplah hadapi turbulensi penerbangan yang semakin parah video viral info traveling info teknologi info seks info properti info kuliner info kesehatan foto viral berita ekonomi   Bersiaplah hadapi turbulensi penerbangan yang semakin parah video viral info traveling info teknologi info seks info properti info kuliner info kesehatan foto viral berita ekonomi   Bersiaplah hadapi turbulensi penerbangan yang semakin parah video viral info traveling info teknologi info seks info properti info kuliner info kesehatan foto viral berita ekonomi   Bersiaplah hadapi turbulensi penerbangan yang semakin parah video viral info traveling info teknologi info seks info properti info kuliner info kesehatan foto viral berita ekonomi   Bersiaplah hadapi turbulensi penerbangan yang semakin parah video viral info traveling info teknologi info seks info properti info kuliner info kesehatan foto viral berita ekonomi   Bersiaplah hadapi turbulensi penerbangan yang semakin parah video viral info traveling info teknologi info seks info properti info kuliner info kesehatan foto viral berita ekonomi

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com